Senin, 16 September 2013

Tidak Suka Indonesia Menang

Malam tadi saya menyaksikan pertandingan bola antara Indonesia melawan Thailand. Lanjutan dari AFF U19. Dari awal saya memang tidak menjagokan Indonesia, tanya kenapa? Saya sendiri juga tidak tahu. Sejak terjadinya dualisme sepakbola indonesia dan meskipun sekarang katanya dualisme itu tidak ada lagi, sejak saat itu pula saya tak lagi ada rasa senang ketika indonesia menang. Malah saya merasa senang ketika indonesia kalah.

Begitu pula dengan pertandingan tadi malam, saya kecewa Thailand kalah 1-3 dari indonesia, lebih lebih kekalahan itu karena pemain Thailand keluar dari lapangan pada babak kedua karena mendapat kartu kuning keduanya yang “tidak jelas”. Seakan-akan wasit memihak pada indonesia. Saya memang tidak punya bukti, tapi saya merasa seperti itu.

Kalau dilihat ketika beberapa bulan lalu ada klub-klub dari liga di eropa menyambangi indonesia dan bertanding melawan tim dari indonesia, meskipun bukan atas nama Tim Nas Indonesia, banyak juga para penonton yang senang melihat Indonesia kalah. Mungkin memang karena mereka mengidolakan klub klub dari eropa tersebut dan sifatnya hanya persahabatan saja.


Kemudian kalau ada yang bertanya tentang rasa nasionalisme saya, ada atau tidak? Saya pikir rasa nasionalisme tak harus diperlihatkan dengan mendukung tim sepakbola. Itu hanya salah satunya. Belum tentu orang yang dengan penuh semangat mendukung TimNas punya rasa nasionalisme yang sama di kondisi lain. Mungkin hanya karena sangat doyan sekali dengan sepakbola sehingga rasa nasionalisme mereka terlihat disana. Saya juga suka sepakbola tapi untuk saat ini saya tak doyan mendukung TimNas Indonesia. Saya lebih senang melihat mereka kalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar