Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Gelap
Tatkala malam tiba ada satu hal pasti. Tak ada matahari
Tatkala malam tiba. Jangkrik mulai ada
Tatkala malam tiba. Udara berubah sejuk
Bila malam tiba. Aku berangsur mengantuk
Bila malam tiba. Kasur terasa lebih empuk
Kemarin malam hujan turun
Rintik-rintiknya begitu deras menampar seng
Aku terjaga
Oh, ternyata aku kebelet pipis
Malam ini hujan tak turun
Aku masih terjaga
Berangsur-angsur malam menutup tirainya
Fajar pun menjelang,
menyingsing di ufuk timur
Tapi ada satu hal yang pasti
Kabut belum pergi
Rabu, 14 Oktober 2015
Sabtu, 29 November 2014
WWW.YONGKIGM.BLOGSPOT.COM
WWW.YONGKIGM.BLOGSPOT.COM
Hallo pembaca :),
semoga selalu sehat.
saya sudah berhenti menulis di blog ini.
saya pindah ke blog lama saya yang sudah aktif sejak 2009.
Blog itu awalnya bernama
Pondok Aksara sebelum saya ubah.
Linknya yang di atas itu.
thankyou for kunjungannya.
Salam hangat dari saya... :)
Hallo pembaca :),
semoga selalu sehat.
saya sudah berhenti menulis di blog ini.
saya pindah ke blog lama saya yang sudah aktif sejak 2009.
Blog itu awalnya bernama
Pondok Aksara sebelum saya ubah.
Linknya yang di atas itu.
thankyou for kunjungannya.
Salam hangat dari saya... :)
Senin, 16 September 2013
Tidak Suka Indonesia Menang
Malam tadi saya menyaksikan
pertandingan bola antara Indonesia melawan Thailand. Lanjutan dari AFF U19. Dari
awal saya memang tidak menjagokan Indonesia, tanya kenapa? Saya sendiri juga
tidak tahu. Sejak terjadinya dualisme sepakbola indonesia dan meskipun sekarang
katanya dualisme itu tidak ada lagi, sejak saat itu pula saya tak lagi ada rasa
senang ketika indonesia menang. Malah saya merasa senang ketika indonesia
kalah.
Begitu pula dengan pertandingan
tadi malam, saya kecewa Thailand kalah 1-3 dari indonesia, lebih lebih
kekalahan itu karena pemain Thailand keluar dari lapangan pada babak kedua
karena mendapat kartu kuning keduanya yang “tidak jelas”. Seakan-akan wasit
memihak pada indonesia. Saya memang tidak punya bukti, tapi saya merasa seperti
itu.
Kalau dilihat ketika beberapa
bulan lalu ada klub-klub dari liga di eropa menyambangi indonesia dan
bertanding melawan tim dari indonesia, meskipun bukan atas nama Tim Nas
Indonesia, banyak juga para penonton yang senang melihat Indonesia kalah. Mungkin
memang karena mereka mengidolakan klub klub dari eropa tersebut dan sifatnya
hanya persahabatan saja.
Kemudian kalau ada yang bertanya
tentang rasa nasionalisme saya, ada atau tidak? Saya pikir rasa nasionalisme
tak harus diperlihatkan dengan mendukung tim sepakbola. Itu hanya salah satunya.
Belum tentu orang yang dengan penuh semangat mendukung TimNas punya rasa
nasionalisme yang sama di kondisi lain. Mungkin hanya karena sangat doyan
sekali dengan sepakbola sehingga rasa nasionalisme mereka terlihat disana. Saya
juga suka sepakbola tapi untuk saat ini saya tak doyan mendukung TimNas
Indonesia. Saya lebih senang melihat mereka kalah.
Langganan:
Postingan (Atom)
