Sabtu, 31 Agustus 2013

"Obral" Walikota Padang 2013

Sekarang lagi musim “jualan”. Barang dagangannya calon walikota Padang, ada sepuluh pasangan yang sudah terlihat dimana-mana lapak dagangannya, mulai dari yang dipajang di tiang listrik, tiang telepon sampai yang dipaku dipohon pelindung. Ada juga yang dipampang di perempatan jalan. Semuanya itu dilakukan agar yang ditawarkan laku dan ada yang membelinya nanti di dalam bilik suara. Mulai sekarang mereka menawarkan produknya, apa saja keunggulannya, yang menarik ditampilkan keluar, persis sekali seperti pedagang yang ada di pasar raya.
Selama ini pemerintah kota gencar menertibkan pedagang kaki lima, alasannya mengganggu ketertiban kota, merusak pemandangan, menyebabkan kemacetan dan seabrek alasan lainnya, dan memang benar adanya. Tapi mari lihat calon calon pemimpin yang sedang berjualan tersebut, tak ada bedanya dengan pedagang kaki lima. Berbagai macam alat kampanye terpasang disembarang tempat, merusak pemandangan, menyebabkan kesemrawutan. jadi apa bedanya?

Barangkali ini memang hal yang harus terjadi, sistem pemilihan pimpinannya yang mengharuskan seperti itu. Setiap orang berhak mengajukan diri jadi calon pemimpin, bahkan kadangkala kemampuan tidak perlu dilihat, yang terpenting tenar dan punya popularitas. Intinya pemimpin yang terpilih bukanlah pemimpin yang terbaik tapi pemimpin yang terpopuler, yang memiliki banyak penggemar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar